Metode Penerjemahan Menurut Catford

Metode Penerjemahan Menurut Catford

Metode Penerjemahan Menurut Catford

Pendapat Catford terhadap Metode Penerjemahan

Metode Terjemahan CatfordPendapat Catford terhadap Metode Penerjemahan, diantaranya:

Terjemahan Berentang (extent translation) bertalian dengan makna sintagmatik pada BSu yang diolah dalam proses terjemahan. Catford menjelaskan teks diartikan sebagai rangkaian bahasa apa saja, lisan dan tulisan yang sedang diperbincangkan. Menurutnya, teks bisa berupa satu kesatuan buku, suatu edisi, satu bab, satu paragraph, satu kalimat, satu klausa,.. dan seterusnya.

Berdasarkan rentang, Catford memilahkan terjemahan penuh dari terjemahan sebagian. Dalam terjemahan penuh, seluruh teks diolah melalui proses terjemahan, setiap bagian teks BSu diganti dengan materi teks BSa. Misalnya: “How are you doing?” diterjemahkan “Apa kabar?”. Terdapat penggantian setiap bagian dari BSu, yakni penggantian tatabahasa, kata dan grafologi (penulisan).

Dalam penerjemahan sebagian/ partial, suatu bagian atau bagian-bagian teks BSu dibiarkan dalam keadaan tak diterjemahkan. Bagian-bagian itu hanya dialihkan dan dimasukkan ke dalam teks BSa seperti apa adanya dalam BSu untuk member “warna local”. Misalnya: “I’m going to sauna” diterjemahkan menjadi “Saya akan ke sauna”. Sauna dibiarkan tak diterjemahkan, karena dianggap ‘tidak bisa diterjemahkan’.

Dalam terjemahan tingkatan, didapati terjemahan mennyeluruh dan terjemahan terbatas. Dalam penterjemahan menyeluruh, penterjemah dilakukan dengan pengalihan tata bahasa dan kosakata BSu dengan padanan tata bahasa dan kosakata BSa yang disertai dengan pengalihan fonologi/ grafologi BSu dengan fonologi/ grafologi BSa (yang bukan padanannya). Misalnya, “If there is one woman in the world who deserves our great admiration, it is Florence Nightingable” diterjemahkan menjadi “Jika ada seorang wanita di dunia ini yang patut mendapatkan penghargaan tinggi dari kita, dialah Florence Nightingable”.

Terjemahan terbatas dimaksudkan untuk pengalihan materi tektual BSu dengan materi tekstual padanannya pada suatu tataran. Misalnya, terjemahan yang dilakukan pada tataran fonologi, grafologis, tata bahasa, atau kosakata. Contoh berikut menunjukan pengalihan pada tataran fonologi, bentuk jamak cats dalam bahasa Inggris akan menjadi kata kucing saja, tidak kucings ataupun kucing-kucing, karena bahasa Indonesia tidak mengenal penambahan klutser akhiran untuk pembentukan jamak.

Jenis ketiga dalam pemilihan ini bertalian dengan tataran dalam hierarki tata bahasa yang akan dicarikan padanan terjemahan. Unit tata bahasa yang akan dicarikan padanannya mungkin berubah-ubah kalimat ke kalimat, frasa ke frasa, kata ke kata, dan seterusnya. Dalam ihwal tataran, terjemahan dibagi atas terikat pada tataran, kata demi kata, harfiah dan bebas (rank bound and word for word, literal and free).

Dalam terjemahan terikat pada tataran, upaya dilakukan selalu untuk memilih kesepadanan pada tataran yang sama pada BSu dengan BSa-nya. Misalnya pada kalimat ke kalimat, kelompok/ frasa ke kelompok/ frasa, kata ke kata. Dengan kata lain, suatu kalimat bahasa Inggris diterjemahkan menjadi suatu kalimat dalam bahasa Indonesia, begitu juga suatu kata dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi suatu kata dalam bahasa Indonesianya. Kata Home (bahasa Inggris) diterjemahkan menjadi rumah (bahasa Indonesia), bukan tempat tinggal atau tempat dimana seseorang tinggal bersama orang tua atau keluarganya.

Istilah yang lebih popular untuk lingkup ini adalah penerjemahan kata demi kata, penerjemahan harfiah, dan penerjemahan bebas. Penerjemahan kata demi kata, seperti dinyatakan oleh istilahnya, pada dasarnya terikat pada tataran kata. Penerjemahan harfiah berada diantara penerjemahan bebas dan penerjemahan kata demi kata, tetapi kemudian mengadakan perubahan-perubahan agar sesuai dengan BSa, semisal memberikan kata-kata tambahan atau mengubah strukturnya. Penerjemahan bebas selalu tidak terikat-skala tataran padanan berubah-ubah dan cenderung bekerja pada tataran yang lebih tinggi. Penyesuaian kosa kata ke dalam ungkapan idiomatic atau ungkapan berkolokasi merupakan terjemahan bebas. Lihatlah contoh berikut:

Teks BSu: It’s raining cats and dogs
Teks BSa:
1. Ini hujan kucing-kucing dan anjing-anjing. (kata demi kata)
2. Hujan turun sangat rebut seperti kucing dan anjing. (harfiah)
3. Hujan lebat sekali. (bebas).

Demikianlah Metode Penerjemahan menurut Pendapat dari seorang ahli penerjemah yang bernama Catford. Adapun untuk metode penerjemahan yang lain, dapat anda simak di artikel-artikel kami selanjutnya.

Selamat Menikmati dan Salam Sukses Selalu

By. Mitra Penerjemah