Nasib Buruh dan Kekerasan

Nasib Buruh dan Kekerasan

Sejarah Kekerasan Buruh Di Indonesia

Baru – baru ini publik tanah air dikejutkan dengan sebuah berita penyekapan serta perbudakan puluhan buruh di daerah Tangerang, Banten. Puluhan buruh disekap di sebuah pabrik wajan dan dipaksa untuk bekerja dibawah tekanan yang tidak manusiawi serta tidak dibayar dengan layak. Walaupun perbudakan sudah hilang, namun kita dikejutkan dengan perbudakan gaya baru ini. Kekerasan buruh dan pekerja memang sudah menjadi bagian dari perkembangan industri serta kapitalisme dunia.

Ada banyak sekali jenis kekerasan buruh di dunia ini. Yang paling sering adalah kekerasan terhadap pekerja atau buruh yang masih dibawah umur. Anak – anak yang sejatinya belum diperbolehkan bekerja, harus membanting tulang dengan jam kerja yang tidak manusiawi serta dibayar dengan gaji rendah. Selain kekerasan terhadap buruh anak – anak, Indonesia ternyata memiliki sejarah kelam dalam dunia perburuhan. Di era Orde Baru kita mengenal dua aktifis butuh yang diculik serta dibunuh oleh pihak pemerintah waktu itu. Adalah Marsinah dan Wiji Tukul yang menjadi korban kekerasan terhadap buruh. Keduanya adalah buruh yang sering memimpin pemogokan demi upah yang lebih layak atau demi tuntutan keselamatan kerja bagi rekan – rekan mereka sesama buruh. Namun karena dianggap membahayakan oleh pemerintah Orde Baru, maka Wiji Tukul diculik oleh tentara sedangkan Marsinah diculik kemudian dibunuh. Hingga sekarang, kedua kasus kekerasan terhadap buruh tersebut masih simpang siur dan belum menemui titik terang.

Kini di era reformasi dimana penegakan hukum dijunjung tinggi serta demokrasi sangat ditegakkan, kasus – kasus kekerasan buruh sudah semakin ditekan dan sedikit jumlahnya. Sekarang buruh sudah lebih bebas untuk menyuarakan pendapat mereka tanpa perlu takut kepada pihak aparat atau penguasa. Bahkan di beberapa tempat di Indonesia, upah minimal buruh setahap demi setahap telah dinaikkan. Walaupun kasus kekerasan terhadap buruh belum bisa serta merta hilang begitu saja, namun perubahan demi perubahan sedang berjalan kearah kesejahteraan kaum buruh dan pekerja. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, sudah tidak ditemukan lagi kasus – kasus kekerasan terhadap kaum buruh di Indonesia ini.

=================================
by. Mitra Penerjemah