JUAL BELI JENITRI

JUAL BELI JENITRI

Mitra Penerjemah Papers:

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI JENITRI DI TOKO SENTRAL JENITRI MERTOKONDO KEBUMEN

NAJID ANHAR
– NIM. 06380071, (2011)
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI JENITRI DI TOKO SENTRAL JENITRI MERTOKONDO KEBUMEN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Abstract

ABSTRAK Jenitri merupakan biji yang tergolong langka, karena benda tersebut hanya bisa di temui di wilayah tertentu saja. Di Kebumen khususnya, pohon yang menghasilkan biji keras itu dijadikan sebagai barang dagangan dengan omset mencapai jutaan rupiah. Perkembangan ini dipengaruhi oleh faktor tanah yang cocok untuk pohon tersebut dan harga yang mahal. Sehingga sebagian masyarakat tertarik untuk menanamnya hingga akhirnya menjadikan sebagai mata pencaharian. Akan tetapi, masyarakat yang melakukan transaksi jual beli Jenitri tidak memperhatikan aspek muamalahnya, salah satunya yaitu segi manfaat objek akad (benda atau barang) yang diperjualbelikan. Hal ini disebabkan oleh faktor ekspor barang ke luar negeri, sehingga pengetahuan masyarakat terhadap manfaatnya relatif minim.

Berdasarkan sumber dari tekhnologi informasi dijelaskan bahwa Jenitri digunakan untuk acara ritual sesembahan kepada para Dewa yang dianggap suci dan asessoris patung. Anggapan suci terhadap benda tersebut dapat menghapus dosa bagi yang melihat, menyentuh dan dikalungkan di lehernya sehingga menyebabkan Jenitri di cari oleh orang Hindu di India. Melihat permasalahan di atas agar pembahasan lebih terarah penyusun akan mengkaji pokok permasalahan, diantaranya yaitu bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap status akad jual beli Jenitri dan apakah penetapan harga dalam jual beli tersebut sudah sesuai dengan prinsip-prinsip muamalat. Sehingga nantinya dengan pembahasan ini dapat ditemukan jawaban guna mengetahui sejauh mana hukum Islam diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Untuk meneliti permasalahan tersebut, penyusun menggunakan penelitian pustaka (library research) dan sifat penelitiannya ialah deskriptif-analitik. Ada pun langkah-langkah yang digunakan dalam teknik pengambilan data yaitu dengan purposive sampling, survei dan wawancara, serta menggunakan analisis data dengan metode analisis kualitatif dengan berfikir secara deduktif-induktif.

Kesimpulan mengenai status akad jual beli Jenitri di Toko Sentral Jenitri Mertokondo Kebumen apabila di lihat dan dianalisis dengan memperhatikan norma-norma hukum Islam merupakan kategori akad batil, jika seorang penjual mengetahui secara pasti dengan bukti-bukti yang falid bahwa si pembeli menggunakan objek tersebut untuk sesuatu yang diharamkan yaitu ritual sesembahan dan anggapan dapat menghapus dosa yang mengarah kepada perbuatan menyekutukan Tuhan (syirik), sehingga menyebabkan objek akad tersebut tidak bisa menerima hukum akad. Akan tetapi, jika seorang penjual tidak mengetahui secara pasti bahwa Jenitri digunakan oleh si pembeli untuk ritual sesembahan dan anggapan dapat menghapus dosa maka akad tersebut termasuk kategori sah, dan dibolehkan secara syari’at.

====> “Bagaimana menurut anda???”
Reference: http://digilib.uin-suka.ac.id/5375/

==================================================
Dunia Papers Mitra Penerjemah : “Diambil dan disadur dari berbagai sumber yang ada, baik dari media online maupun offline yang bertujuan sebagai bahan bacaan, informasi, maupun sebagai tambahan khasanah keilmuan bagi pembancanya serta tidak lupa, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi penulis dan penyedia paper-paper yang ada dan mohon maaf sebelumnya atas publikasinya”.